MIMPI BURUK DARI MAMPANG

29 06 2006

Beberapa hari yang lalu saya memulai kembali bekerja sebagai freelance staff di Salah satu badan independen milik pemerintah. Disini saya ditugaskan untuk meng-entry data. Tapi disamping itu ternyata banyak kerjaan turunan yang tak kalah harus dikerjakan. Dari mulai verifikasi peserta, membantu staff IT, admin, dan setetek bengek kerjaan lainnya.Diawal karir saya sebagai peng-entry data saya sempet berfikir bahwa ini adalah kerjaan yang enteng, tak memerlukan banyak energi dan bisa sedikit lebih santai. Maklum sebelumnya (dan sampai sekarang ketika tidak ada kerjaan) saya adalah pekerja disebuah toko besar sekelas agen dengan kerjaan yang super berat ( dari angkat jinjing barang, mengantar barang  sampai belanja kepasar) dan waktu kerja  yang lama (dari bangun tidur sampai tidur lagi).Tapi baru berjalan satu minggu kerja, saya benar benar baru bisa merasakan bahwa bekerja dengan otak tidak kalah capeknya dibanding bekerja dengan otot. Tapi lama kelamaan saya bisa beradaptasi dengan semuanya.Baru satu hari memulai kerja, datang kabar dari mampang ( tempat perusahaan induk saya) bahwa akan ada perubahan pola pembayaran. Sebelumnya saya dibayar per hari, tapi sekarang saya di bayar perdata. Alhasil penghasilan saya berkurang sampai 30%. Ini bukan karena kami malas atau lambat bekerja tapi karena sistem online yang dipakai untuk bekerja sering offline,  verifikasi data yang kurang jelas dan (mungkin mereka kurang peduli) banyak kerjaan turunan yang perlu kami persiapkan.Tanpa mau melihat suasana lapangan, pihak mereka berkendak tetap menerapkan kebijakan ini.Tapi karena suasana yang makin tidak kondusif akhirnya kebijakan itu dicabut dan kembali kekebijakan lama ( ALHAMDULILLAH )