Not Say ‘BOS’

6 11 2007

“boss” kata semacam itu sering kali saya dengar akhir-akhir ini, tidak peduli dikampus, dijalanan, atau dilingkungan deket rumah. Padahal saya lebih sering srawung bareng mereka yang dari segi ekonomi termasuk menengah kebawah.

Menurut saya fakta ini tidak perlu terjadi. Bukan berarti saya ga suka mereka yang nota bene kurang mampu dipangil boss, tapi saya melihat dari sisi si pemanggil. Gampang sekali dia mereka mengeboskan orang lain, kalau mereka memanggil orang lain bos, lalu kedudukan mereka apa

Coba bayangkan saat kita memanggil boss keorang lain, apa makna dibalik ucapan kita?. Bos, sapaan ini cenderung komersil dibanding dengan sapaan lain seperti tuan, nona, nyonya, bapak, ibu, saudara yang lebih memperlihatkan etika dalam bercakap.
Atau mereka memang sengaja menyapa boss agar orang yang dipanggil memberikan sesuatu buat mereka.





Dasar Malez

6 11 2007

Bangun tidur, tidur lagi

Bangun lagi, tidur lagi

Siang-siang baru mandi

Habis mandi makan nasi

Tidak lupa menonton TV

Sore hari tidur lagi

Bangun tidur mandi lagi

Tidak lupa nonton TV

Yah, tau tau senin lagi

Macet lagi

Kerja lagi

Seminggu lagi

Biar bisa kayak gini